kumpulan puisi dengan tema "wajah negeri di tengah pandemi covid "

kumpulan Puisi Dengan Tema "WAJAH NEGERIKU DIMASA PANDEMI COVID -19"

Januari 28, 2021


        "Indonesiaku Yang Permai "

sejauh diri ini melangkah,  selalu ada rasa damai nan tenang dihati 
Yang tak bisa terucap 
Ya,  tempat yang penuh keramahan dan pesona alam luar biasa 
Yang tak dimiliki oleh neg,ri lain. 
Orang -orang yang santun tutur kata dan penuh senyum dipipinya 
Buat semua makhluk merasa nyaman dan ingin tinggal lebih lama 
Kekayaan alam yang melimpah ruah, membuat rakyat hidup sejahtera 

Ohh dimanakah tempat itu berada? , di bumi indonesiaku tercinta. 
Negeri yang luar biasa elok dipandang mata.
Negeri yang dipenuhi nyanyian alam penenang jiwa 
Membuat kita serasa hidup di sorga loka 

Ohh betapa bertuahnya diriku hidup didalam negeri ini 
Di bumi yang damai ini. 
Ingin rasanya daku selamanya disini 
Hingga kelak raga ini menyatu dengan tanah ibu pertiwi. 


         "Datanglah Sikecil Pembawa Malapetaka "


Lihat.... lihatlah mayat yang berserakan ini!!!
Lihat.... lihatlah dengan jelas korban yang berjatuhan itu!!! 
Begitu menyedihkan... begitu mengerikan...
Kelakuan sikecil pembawa maut itu. 

Darimanakah ia datang?! darimanakah dia berasal?!! 
Engkau datang bertandang dari nrgeri yang jauh 
Berkunjung kemari membawa petaka. 

Lihat...! lihatlah hasil perbuatanmu ini! 
Lihat...!  lihatlah dengan benar ulahmu ini, lihat! 
Tubuhmu teramat mungil, tapi bahaya yang kau beri 
Lebih mengerikan dari semua racun didunia. 
Watakmu begitu begis nan kejam, hingga 
Tak seorangpun luput dari jeratanmu. 
Muda, tua, dewasa, anak -anak 
Semuanya kan tiada setelah menyentuhmu. 

Dirimu begitu mengerikan...! kau seperti pemusnah hidup manusia.. 
Sang malaikat maut bertubuh mungil 
Sungguh... sungguh  kau pantas dijuluki 
Sikecil pembawa malapetaka. 


"Wajah Indonesiaku Dimasa Kini "

Wahai  indonesiaku... Mengapa wajahmu masam? 
Mengapa engkau menangis?
Mengapa engkau begitu sedih? 
Indonesiaku... Mengapa?. Ayo  katakanlah padaku. 

Dimana... Senyum indahmu yang dulu itu? 
Dimana... Wajahmu yang amat ceria itu dulu? 
Dimana...?, dimanakah semuanya itu pergi? 

Negeri yang dahulu indah dan damai 
T, lah berubah jadi tempat sepi 
Sepi... Sepi seperti ruang hampa
Negeri yang dulu penuh dengan keramah -tamahan 
Sudah berubah dan dipenuhi ketakutan yang mencekam
Hanya kegelapan... Hanya kesunyian 
Yang tersisa sekarang. 
"Banyak Korban Berjatuhan   "

Ohhh lihatlah... lihat wajah orang yang menitihkan air mata itu !
Lihatlah.. lihat betapa sedihnya mereka ditinggal pergi keluarganya. 
Lihat.. Betapa sedihnya ia harus berpisah dari orang tercinta 
Akibat sikecil keparat ini. 

Lihatlah betapa banyak orang terjangkit olehnya! 
Lihat betapa banyak nyawa yang sudah melayang! 
Kian hari... Kian banyak insan manusia yang terjerat virus ini 
Kian hari.. Semakin banyak pula jiwa yang hilang. 

Lihat... lihatlah air mata yang bercucuran itu! 
Lihat... lihatlah orang -orang yang terjangkit itu! 
Yang sedang menunggu ajalnya menjemput
Sungguh... sungguh mengerikan semua ini. 
Negeriku...duniaku...bumiku.. Yang kucinta t, lah hancur lebur. 

Semuanya sudah lenyap... semuanya sudah sirna. 
Yang tersisa hanya kesedihan dan mayat yang bertaburan dimana -mana. 
Hanya itu... hanyalah itu saja yang tersisa. 


"tuhan Tolonglah Kami Lepas Dari Musibah Ini "


Semuanya... Semua ini berawal dari wuhan, cina 
Hingga tersebar keseluruh jagat  tanpa ada pemberitahuan. 
Melenyapkan siapa saja yang bersentuhan dengannya. 
Banyak... telah banyak insan manusia yang telah jadi korbannya. 
Telah banyak mayat yang tak terhitung jumlahnya 
Karena kekejaman simugil corona sang dewa maut. 
Hingga dunia ini terasa seperti neraka. 

Hari -hari sekarang hanya dipenuhi rasa takut dan khawatir. 
Hari -hari ini telah berubah jadi kegelapan yang amat  pekat. 
Sungguh... sungguh teramat mengerikan.
Sangat... teramat sangat menakutkan. 

Ohh tuhan,  yang maha agung. 
Tunjukkanlah jalan bagi kami,  agar lepas dari kegelapan ini. 
Ya tuhan, tunjukkanlah bagi kami jalan kehidupan 
Beri...Berilah kami pertolonganmu. 

Berilah rahmatmu kepada pakar medis kami tuhan... 
Berkatilah pekerjaan tangannya
Berilah mereka kepintaran supaya dapat menemukan penawar. 
Agar kami segera lepas dari kegelapan ini 
Dan bisa segera berkumpul dengan keluarga dengan hati gembira 

Karya : Saor. Marihot. Napitupulu 
#Covid - 19






Komentar